Jumat, 24 April 2015

MEDIA BERBASIS KOMPUTER






Pendahuluan

Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, komputer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan.
Saat ini teknologi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multi media yang memungkinkan peserta didik membuat desain dan rekayasa suatu konsep dan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di dalamnya.
Komputer sebagai media pembelajaran sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada murid-murid dan juga membantu murid dalam belajar.
Mengingat pentingnya media dalam pembelajaran maka media pembelajaran berbasis computer sudah seharusnya digunakan dalam proses belajar mengajar. Makalah ini akan membahas lebih mendalam tentang penggunaan media pembelajaran berbasis komputer / multimedia.


1.   Pengertian Media Berbasis Komputer (Multimedia)
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan jamak dari kata "medium" secara harfiah berarti "perantara atau pengantar", dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi atau penyalur pesan.[1] Dalam bahasa arab  dikenal dengan istilah wasail (وسائل).[2] Aminuddin Rasyad dan Darhim mengemukakan bahwa media adalah "perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan".[3] Menurut M. Sastrapraja dalam Kamus Istilah Pendidikan dan Umum media adalah "semua bentuk peralatan yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu (informasi, gagasan, dan sebagainya) kepada orang lain".[4]
Selain pengertian media di atas masih banyak yang mengemukakan pengertian media, antara lain:
1.   Association of Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu "segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi".[5]
2.   Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) mengungkapkan bahwa media adalah "bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya, media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca".[6]
3.   Menurut Hamidjojo media adalah "semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju".[7]
Dari beberapa pengertian tentang media di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa yang dinamakan media adalah semua jenis alat dan semua bentuk perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau data kepada orang lain yang dituju.
Multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di sekolah.[8]


2.   Jenis-Jenis Media Berbasis Komputer (Multimedia)
Beberapa bentuk penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:
a.  Penggunaan Multimedia Presentasi.
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoretis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Program ini dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif maupun kinestetik. Hal ini didukung oleh teknologi perangkat keras yang berkembang  cukup lama, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kegiatan presentasi. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa komputer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya. Penggunaan perangkat lunak perancang presentasi seperti Microsoft power point yang dikembangkan oleh Microsoft incCorel presentation yang dikembangkan oleh Coral inc” hingga perkembangan terbaru perangkat lunak yang dikembangkan Macromedia inc, yang mengembangkan banyak sekali jenis perangkat lunak untuk mendukung kepentingan tersebut.
Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan presentasi dikemas dalam bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik. Perkembangan perangkat lunak tersebut didukung oleh perkembangan sejumlah  perangkat keras penunjangnya. Salah satu produk yang paling banyak memberikan pengaruh dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkembangan monitor, kartu video, kartu audio serta perkembangan proyektor digital (digital image projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara digital untuk bermacam-macam  kepentingan dalam berbagai kondisi dan situasi, serta ukuran ruang dan  berbagai karakteristik audience. Tentu saja hal ini menyebabkan perubahan besar pada trend metode presentasi saat ini, dan dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan komputer tidak hanya untuk dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi digital dalam bentuk Multimedia projector (seperti LCD, In-Focus dan sejenisnya), melainkan juga dapat dipresentasikan melalui peralatan proyeksi lainnya, seperti over head projector (OHP) dan film slides projector yang sudah lebih dahulu diproduksi. Sehingga lembaga atau instansi yang belum memiliki perangkat alat presentasi digital akan tetapi telah memiliki kedua alat tersebut, dapat memanfaatkan pengolahan bahan presentasi melalui komputer secara maksimal. Dalam sudut pandang proses pembelajaran, presentasi merupakan salah satu metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang dikembangkan, telah memberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan tuntutan penyelenggaraan pembelajaran. Di antaranya tuntutan terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengolah bahan-bahan pembelajaran ke dalam media presentasi yang berbasis komputer.[9]
b. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Terdapat dua istilah dalam perkembangan CD interaktif ini yaitu Computer Based Instructuion (CBI) dan Computer Assisted Instructuion (CAI) Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan grafis. Beberapa model multimedia interaktif di antaranya:
  • Model Drill: Model drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
  • Model Tutorial: Program CBI tutorial dalam merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program komputer yang berisi materi pelajaran. Metode Tutorial dalam CAI pola dasarnya mengikuti pengajaran Berprograma tipe Branching yaitu informasi/mata pelajaran disajikan dalam unit – unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer dan umpan baliknya yang benar diberikan.. Program ini juga menuntut siswa untuk mengaplikasikan ide dan pengetahuan yang dimilikinya secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
  • Model Simulasi: Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
  • Model Games: Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”, di mana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan. Dalam konteks pembelajaran sering disebut dengan Instructional.
Pada umumnya tipe penyajian yang banyak digunakan adalah “tutorial”. Tutorial ini membimbing siswa secara tuntas menguasai materi dengan cepat dan menarik. Setiap siswa cenderung memiliki perbedaan penguasaan materi tergantung dari kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan tutorial melalui CD interaktif lebih efektif untuk mengajarkan penguasaan Software kepada siswa dibandingkan dengan mengajarkan hardware. Misalnya tutorial Microsoft Office Word, Access, Excel, dan Power Point. Kelebihan lain dari CD interaktif ini adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru/instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya. Selain itu, materi-materi yang diajarkan dalam CD tersebut dapat langsung dipraktekkan oleh siswa terhadap siftware tersebut. Terdapat juga fungsi repeat, bermanfaat untuk mengulangi materi secara berulang-ulang untuk penguasaan secara menyeluruh. [10]
c.  Video Pembelajaran.
Selain CD interaktif, video termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbuhan, teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain. [11]
d. Internet
Internet, singkatan dari interconection and networking, adalah jaringan informasi global, yaitu,“the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¨. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “Through independent study, students become doers, as well as thinkers”. Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik. Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari commercial businesses (.com), goverment services (.gov), nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts)
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya (real life). Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar. Selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1.   Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
2.   Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
3.   Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
4.   Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.
5.   Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.
6.   Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.
Perkembangan/kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan/pembelajaran. Berbagai percobaan untuk mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran terus dilakukan. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik (online learning material). 
Setelah bahan pembelajaran elektronik dikemas dan dimasukkan ke dalam jaringan sehingga dapat diakses melalui internet, maka kegiatan berikutnya yang perlu dilakukan adalah mensosialisasikan ketersediaan program pembelajaran tersebut agar dapat diketahui oleh masyarakat luas khususnya para calon peserta didik. Para guru juga perlu diberikan pelatihan agar mereka mampu mengelola dengan baik penyelenggaraan kegiatan pembelajaran melalui intenet. Karakteristik/potensi internet sebagaimana yang telah diuraikan di atas tentunya masih dapat diperkaya lagi dengan yang lainnya.  Namun, setidak-tidaknya ketiga karakteristik/potensi internet tersebut dipandang sudah memadai sebagai dasar pertimbangan untuk penyelenggaraan kegiatan pembelajaran melalui internet. [12]
3.   Fungsi dan Manfaat Media Berbasis Komputer (Multimedia)
Pada lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi, pada umumnya telah memiliki fasilitas belajar dan didukung oleh media pembelajaran yang lengkap. Salah satu argumentasi, bahwa media pembelajaran mempunyai manfaat yang besar dalam pembelajaran, adalah sebagaimana yang dikemukakan para ahli pendidikan, yaitu:
1.    Arief S. Sardiman, dkk mengemukakan bahwa media pembelajaran termasuk media berbasis komputer/ multimedia mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
a.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata atau lisan belaka).
b.   Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra.
c.    Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
1)  Menimbulkan gairah belajar
2)  Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
3)  Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
d.   Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan yang disajikan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yang dengan kemampuannya dalam:
1)  Memberikan perangsangan yang sama
2)  Mempersamakan pengalaman
3)  Menimbulkan persepsi yang sama.[13]
2.    Nana Sudjana dan Ahmad Rivai mengatakan bahwa media dalam proses belajar mengajar termasuk media berbasis komputer/ multimedia mempunyai manfaat yang besar, yaitu:
a.    Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
b.    Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
c.    Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar setiap jam pelajaran.
d.    Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.[14]
3.    Muhammad Basyiruddin Usman mengemukakan bahwa manfaat media dalam proses belajar mengajar termasuk media berbasis komputer/ multimedia adalah sebagai berikut:
a.    Membantu memudahkan belajar bagi siswa/ mahasiswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru/ dosen.
b.   Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit).
c.    Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya pelajaran tidak membosankan).
d.   Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indra dapat diimbangi oleh kekuatan indra lainnya.
e.    Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
f.     Dapat membangkitkan dunia teori dengan relitanya.[15]
4.    Menurut Uzer Usman media dalam pembelajaran mempunyai manfaat:
a.    Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena itu, mengurangi verbalisme (tahu istilah tetapi tidak tahu arti, tahu nama tetapi tidak tahu namanya).
b.   Memperbesar perhatian siswa.
c.    Membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan.
d.   Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa.
e.    Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu.
f.     Membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa.[16]
Dari beberapa pendapat para ahli tentang manfaat media pembelajaran yang telah penulis kemukakan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa manfaat dari media pembelajaran media berbasis komputer/ multimedia adalah untuk mempermudah pencapaian pendidikan, menumbuhkan motivasi belajar anak, menarik perhatian dan minat siswa, sehingga memudahkan siswa dalam menerima penjelasan dari guru. Dengan demikian mutu kegiatan belajar akan lebih berkualitas.
Selain itu, secara khusus Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya.[17].

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Media Berbasis Komputer (Multimedia) 
1.  Latar Belakang Pendidikan Guru
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, seorang guru juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam merealisasikan tujuan pendidikan Nasional. Oleh sebab itu, seorang guru dituntut mempunyai kompetensi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, karena tugas dan tanggung jawab seorang guru dalam menyampaikan mata pelajaran nahwu sharaf merupakan modal utama dalam kelangsungan proses belajar mengajar.
Latar belakang pendidikan guru akan mempengaruhi keprofesionalannya dalam mengajar. Berbagai ilmu yang didapatnya selama studi merupakan modal dasar yang nantinya akan diterapkannya dalam profesinya. Karena seorang guru haruslah memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan sesuai dengan profesinya sebagai guru. Lebih dari itu hendaknya latar belakang pendidikan guru itu sesuai pula dengan mata pelajaran yang diajarkannya.
Syaiful Bahri Djamarah mengemukakan bahwa pendidik alumnus FKIP atau Fakultas Tarbiyah dan pendidik alumnus FISIP akan berbeda cara mengajar mereka. Sebab pendidik alumnus FKIP atau Fakultas Tarbiyah telah memiliki sejumlah pengalaman teoritis di bidang keguruan. Dari alumnus dua orang sarjana perguruan tinggi yang berbeda ini saja sudah terlihat perbedaannya apalagi bila dibandingkan antara pendidik alumnus SMTA dengan pendidik alumnus perguruan tinggi.[18] 
Senada dengan pendapat di atas, Mahmud Yunus mengungkapkan bahwa "tidak ada jalan untuk memperbaiki guru-guru, melainkan dengan mempersiapkan guru-guru itu di sekolah-sekolah guru (Mu'allimin atau Fakultas Tarbiyah atau FKIP)"[19]
Dari gambaran di atas jelas sekali bahwa faktor latar belakang pendidikan guru sangat mempengaruhi terhadap kemampuan, keahlian dalam mengajar termasuk menggunakan media berbasis  komputer.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra' ayat 84 yang berbunyi:
قُلْ كُلُّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيْلاً
Dari ayat di atas dapat diambil pelajaran bawa setiap profesi harus memiliki keahlian di bidangnya, termasuk guru, dengan demikian guru yang mengajar haruslah memiliki latar belakang pendidikan khusus tentang pembelajaran pada Fakultas Tarbiyah/ Keguruan agar mampu menguasai penggunaan metode dan media pembelajaran dengan baik dan maksimal.
2.  Pengalaman Guru Dalam Mengajar
Selain latar belakang pendidikan guru, pengalaman guru dalam mengajar juga turut mempengaruhi kompetensi guru dalam menggunakan media berbasis komputer karena dengan pengalaman, seorang akan mudah dalam melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.
Seorang guru yang baru pertama kali mengajar, biasanya menunjukkan sikap agak kaku dan kadang kebingungan untuk mengeluarkan kata-kata yang tepat untuk memulai pembelajaran. Hal ini kadang membuat bahan yang dikuasai menjadi terlupakan dan media yang ingin diterapkan juga tidak tertata. Sehubungan dengan pengalaman guru dalam mengajar  ini maka Syaiful Bahri Djamarah mengatakan:
”Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman adalah guru yang tidak pernah marah. Pengalaman adalah sesuatu yang mengandung kekuatan karena itu setiap orang selalu mencari dan memilikinya.”[20]
Dengan demikian, maka pengalaman mengajar bagi guru itu sangat besar pengaruhnya artinya bagi seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan profesinya, kemudian memiliki pengalaman mengajar yang cukup lama, tentu akan mengajar dengan maksimal begitu juga penggunaan media berbasis komputer dalam pembelajaran, sebaliknya seorang guru yang kurang pengalaman dalam mengajar akan menemukan sejumlah kesulitan dalam mentransfer nilai dan pengetahuan serta keterampilan pada setiap siswanya.
3. Training keguruan yang diikuti.
Training atau Penataran disebut juga dengan upgrading, ialah segala usaha atau kegiatan yang bertujuan untuk meninggikan atau meningkatkan taraf ilmu pengetahuan dan kecakapan para pegawai, guru-guru atau petugas pendidikan lainnya, sehingga dengan demikian keahliannya bertambah luas dan mendalam.[21]
Sering tidaknya guru mengikuti penataran merupakan salah satu hal yang mempengaruhi peningkatan kualitas guru termasuk dalam penggunaan media berbasis  komputer, penataran memuat beberapa unsur, ada unsur individual (pada waktu melaksanakan tugas individual), unsur kelompok (waktu berdiskusi) dan unsur tulisan (waktu membuat laporan dan lain-lain).
Persiapan calon-calon guru di sekolah guru –baik ia dari SGB, SGA/ SPG, maupun dari FKIP atau IKIP- belumlah merupakan persiapan-persiapan yang cukup lengkap jika ditinjau dari tugas kewajibannya sebagai pendidik yang sangat luas setelah keluar dari sekolah itu. Persiapan-persiapan yang diterima di sekolah guru, waktu dan luasnya sangat terbatas, juga sebagian besar merupakan persiapan yang bersifat teoritis. Pengalaman-pengalaman praktek yang diterimanya dari latihan-latihan praktek mengajar sangat terbatas dan dalam waktu yang tidak lama, belum merupakan pengalaman yang cukup bermutu untuk memenuhi tugas-tugas dan tanggung jawabnya setelah keluar dari sekolah guru. Banyak hal yang harus diperbuat dan dilakukan oleh guru yang belum sempat atau tidak dipelajarinya di sekolah guru.[22]
Begitu juga dalam hal kompetensi guru dalam penggunaan media berbasis  komputer dalam pembelajaran, walaupun berbagai kompetensi guru dalam pembelajaran sudah diajarkan di sekolah-sekolah guru, akan tetapi pengalaman-pengalaman praktek yang dilakukan di sekolah itu sangatlah sedikit, oleh karena itulah pemerintah mengadakan penataran-penataran yang sifatnya meningkatkan kualitas taraf ilmu pengetahuan dan kecakapan guru.


Simpulan

Multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Beberapa bentuk penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:
1.  Penggunaan Multimedia Presentasi.
2.  CD Multimedia Interaktif
3.  Video Pembelajaran.
4.  Internet
Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Media Berbasis Komputer (Multimedia) diantaranya adalah:
1.  Latar Belakang Pendidikan Guru
2.  Pengalaman Guru Dalam Mengajar
3. Training keguruan yang diikuti.





[1] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), cet. ke-2, h. 136.

[2] Asad M. Kalali, Kamus Indonesia Arab, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1997), cet. Ke-7, h. 341.

[3] Aminuddin Rasyad dan Darhim, Materi Pokok Media Pengajaran (Modul 1-6), (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka, 1993), h. 104.

[4] M. Sastrapraja, Kamus Istilah Pendidikan dan Umum, (Surabaya: Usaha Nasional, 1987), h. 313.

[5] Ahmad Rohani HM, Media Instruksional Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h. 2.

[6] Arief S. Sadiman, et. all, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990), h. 7.

[7] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), cet. ke-6, h. 4.

[8] http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/07/16/media-pembelajaran-berbasis-komputer/html
[9] Ibid
[10] Ibid

[11] Ibid
[12] Ibid
[13] Arief S. Sadiman, et. all, Op. Cit., h. 18-19.

[14] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2002), cet. ke-4, h. 2.

[15] M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), h. 24-25.
[16] Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), cet. ke-17, h. 32.

[17] http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/07/16/media-pembelajaran-berbasis-komputer/html
[18]Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), h. 131.

[19] Mahmud Yunus, Pokok-Pokok Pendidikan dan Pengajaran, (Jakarta: Hidayakarya Agung, 2006), h. 60.
[20]Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit., h. 132.
[21]M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), cet. ke-16, h. 76.

[22] Ibid.