Jumat, 15 Juni 2012

Menghayati Peristiwa Isra Mi`raj

Pada bulan ini, banyak umat islam memperingati peristiwa bersejarah yang di alami oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. banyak inti sari yang dapat diperoleh dari peristiwa ini. peristiwa yang menguji keimanan.
 Sebelum Nabi Muhammad di berangkatkan, dada nabi dibersihkan dan diisi terlebih dahulu dengan 6 macam:
1. Hikmah
2. Iman
3. Halim
4. Islam
5. Ilmu
6. Yaqin

Kemudian Allah memberikan sarana atau alat untuk berjalan yaitu seekor Buraq, yang wallahu`alam bagaimana bentuknya.
ini merupakan isyarat pula bahwa Allah telah lebih dulu menciptakan ciptaan yang dapat terbang super cepat.
Peristiwa isra mi`raj merupakan peristiwa yang melibatkan tiga dimensi, pertama dimensi manusia, kedua dimensi malakut dan ketiga dimensi ketuhanan.

Dimensi pertama yaitu dimensi manusia, dimana Rasul saw di jalankan dari mekkah ke masjidil aqsha, dengan waktu yang sangat singkat.

Dimensi kedua yaitu dimensi malakut, yakni rasul melalui perjalanan dengan dibimbing malaikat jibril. ini mengisyaratkan bahwa dalam menjalani jalan menuju Allah haruslah kita mempunyai guru yang membimbing kita.

Dimensi ketiga adalah dimensi ketuhanan, dimana Rasul saw. bertemu langsung dengan Tuhan Azza wa Jalla, yang mukhalafatul lil hadasits. pada dimensi ini hanya Nabi Muhammad lah yang mampu, karena memang kehendak Allah jua.

Adapun oleh-oleh yang dibawa rasul dari sidratil muntaha adalah kewajiban shalat 50 waktu sehari semalam(pada mulanya). lalu beberapa kali Rasul memohon keringanan kepada Allah atas saran nabi Musa as. yang menyampaikan bahwa perintah shalat 50 waktu sangatlah berat bagi ummat. Rasul yang sangat sayang pada ummatnya, beliau meminta keringanan hingga akhirnya menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Shalat merupakan amal yang paling awal dihisab di hari kiamat, barangsiapa selamat shalatnya, maka selamatlah seluruh amalnya, dan apabila cacat shalatnya, maka cacat pula seluruh amalnya di hadapan Allah.

Maka, jika kita telah mengetahui kunci untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat, maka seyogyanyalah kita memegang kunci itu erat-erat. yaitu dengan menegakkan sholat 5 waktu.

yang menjadi masalah sekarang adalah: apakah sholat kita sudah benar? apakah shalat kita sudah khusyu'. karena shalat yang diterima Allah adalah shalat yang khusyu yang tanpa dicampuri urusan dunia dalam shalatnya.

Nah, para pembaca yang budiman, ternyata untuk mencapai khusyu nya shalat adalah dengan menjauhkan hati kita terhadap dunia. Dunia disini maksudnya adalah, keinginan kita untuk mendapatkan dunia, bila dunia didapat, maka hatinya senang, tapi apabila dunia tidak didapatnya, maka hatinya gelisah, gundah, galau. orang yang sudah terkena jampi-jampi dunia akan susah lepas darinya.

Oleh karena itu, maka wajiblah seorang muslim menuntut ilmu tentang bagaimana mensikapi dunia. ini terdapat dalam kitab-kitab tasawuf, Imam Gazali banyak menceritakan tentang hal ini, juga tokoh-tokoh tasawuf yang lain seperti Ibn Atha`illah dan lain-lain.


TEORI TENTANG OTAK

Pengertian SENAM OTAK

OTAK
Otak merupakan kumpulan jaringan syaraf yang terlindungi di dalam tengkorak. Jaringan syaraf yang tersusun dari bermilyar-milyar neuron (sel syaraf) ini terbagi menjadi dua, yakni otak besar (serebrum) yang terdiri dari belahan otak kanan dan kiri dan otak kecil (serebelum). Bila menulusuri sistem kerja otak, otak memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena, organ yang beratnya 1400 gram dan memiliki volume sekitar 230 cm3 ini
merupakan pusat pengendali berbagai aktivitas fisik maupun mental.
Otak adalah pusat berpikir. Emosi, konsentrasi, dan semua kondisi stres yang terjadi bisa berakar dari keseimbangan otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.
Gerakan senam otak bisa membantu menyeimbangkan kedua belahan otak, mempertajam konsentrasi, bahkan meningkatkan percaya diri. Seperti halnya senam pada umumnya, dasar dari senam otak adalah gerakan. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam senam otak ritmenya cenderung lambat dan memiliki fungsi atau tujuan tertentu, seperti meningkatkan konsentrasi, meredakan ketegangan otot (relaksasi), mempertajam daya ingat. ´Brain gym bukanlah terapi, melainkan metode untuk membantu mengakses potensi otak. Prinsip dasarnya adalah bagaimana bergerak itu bisa menstimulasi otak.


Penyegaran otak
1. Jaga makanan atau diet. Hindari kegemukan karena bisa menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya.
2. Hindari minum alkohol dan mengonsumsi narkoba karena bisa meracuni otak.
3. Waspadalah bila memasak menggunakan panci, ketel, atau pembungkus alumunium foil karena alumunium yang berlebih dalam darah bisa menurunkan daya ingat. Selain alumunium, zat besi dan silikon juga bisa meracuni otak.
4. Berolahragalah secara teratur. Kalau tidak memungkinkan, minimal lakukan jalan kaki setiap hari selama 30 menit. Usahakan untuk latihan pernapasan dan melakukan senam otak.
5. Jauhi tempat-tempat yang berpolutan tinggi karena CO (karbon monoksida) yang terkandung dalam asap mobil bisa meracuni otak.
6. Asah otak, misalnya dengan main catur, kartu, mengisi teka-teki silang, mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya. Rutinitas menghafal Al-Qur'an juga bagus untuk mengasah otak.
7. Manajemen stres dengan baik. Bisa dengan relaksasi, meditasi atau menjalani hobi.

Nutrisi otak
1. Bahan makanan yang memberikan nutrisi pada otak misalnya sayuran mentah (lalapan), jus stroberi, bawang bombay, bawang putih, tempe tahu, dsb
2. Gerakan mengunyah juga merangsang gerak otak
3. Makanlah buah terlebih dahulu sebelum makanan utama


PENGERTIAN SENAM OTAK
Senam otak atau brain gym adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralitas); meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan); merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbis) serta otak besar (dimensi pemusatan).
Manfaat senam otak
1. Mengatasi masalah yang berhubungan dengan konsentrasi, daya ingat atau problema lain yang berkaitan dengan performa otak
2. Di bidang bisnis, senam otak bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan seseorang, seperti self esteem dan manajemen waktu
3. Penanganan trauma pasca-bencana
Awalnya senam otak dimanfaatkan untuk anak yang mengalami gangguan hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Namun dalam perkembangannya setiap orang bisa memanfaatkannya untuk beragam kegunaan.
Bagi para manula senam otak bisa membantu menunda penuaan dini dalam arti menunda pikun atau perasaan kesepian yang biasanya menghantui para manula. Sedangkan bagi anak-anak senam otak ini bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak, meningkatkan kepercayaan diri, menangani anak yang mengalami masalah dalam proses belajar mengajar. Selain itu senam otak juga sering digunakan untuk terapi beberapa gangguan pada anak-anak seperti hiperaktif, gangguan pemusatan perhatian, gangguan emosional, sindrom pada bayi dan gangguan kemampuan belajar.
Sebelum melakukan senam otak anak harus melakukan beberapa hal yang dikenal dengan istilah PACE (Positive, Active, Clear dan Energetic), yaitu:
1. Positive, yaitu dengan melakukan gerakan kait relaks (hook ups), tangan disilangkan dengan jempol dibagian bawah, lalu diputar sambil kaki disilangkan.
2. Energetic, untuk bersikap energik diperlukan pendukung berupa air putih minimal 125 cc. Berguna untuk menyalurkan oksigen ke otak dan melarutkan garam sehingga mengoptimalkan fungsi energi listrik di dalam tubuh.
3. Clear, untuk menjernihkan diperlukan pemijatan pada daerah saklar otak (brain button). Daerah yang dipijat adalah titik dua jari di bawah tulang selangka (clavikula) dengan satu tangan dan tangan lainnya menggosok daerah pusar.
4. Active, dilakukan dengan cara gerakan silang (cross crawl). Caranya dengan menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan sebaliknya.
Gerakan PACE ini membantu mengurangi kecemasan anak dan membuat anak berada dalam kondisi yang santai

Gerakan senam otak
Senam otak ini bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja termasuk bayi. Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.
Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang. Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energy yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah.
Latihan terdiri dari 6 gerakan yang sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Gerakan-gerakan ini dimaksudkan untuk menstimulasi, meringankan dan sebagai relaksasi pada otak. Berikut enam di antara gerakan dasar senam otak untuk anda latih kapan dan dimana saja.

1. Gerakan Silang
Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima informasi dan bagian yang mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.
Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, samping atau belakang. Agar lebih ceria anda bisa menyelaraskan dengan irama musik.

2. Olengan Pinggul
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, melihat dari kiri ke kanan, kemampuan memperhatikan dan memahami.
Cara: Duduk dilantai. Posisi tangan dibelakang, menumpi ke lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan dengan rileks.
3. Pengisi Energi
Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta meningkatkan kemampuan memahami dan berpikir rasional.
Cara: Duduk nyaman di kursi, kedua lengan bawah dan dahi diletakkan di atas meja. Tangan ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
4. Menguap Berenergi
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.
Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang.Lalu melemaskan otot-otot tersebut.
5.Luncuran Gravitasi
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.
Cara: Duduk di kurasi dan silangkan kali. Tundukkan badan dengan lengan ke dapan bawah. Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti
6. Tombol Imbang
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif
Cara: Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga, pada lekukan di belakang telinga sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik. Lalukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan itu dagu rileks dan kepala dalam posisi normal menghadap ke depan.
(Buku: Brain Gym, Paul E. Dennison PhD, Gail E. Dennison, Penerbit PT. Grasindo)
Macam Gerakan Brain Games

Gerakan Sakelar Otak:
Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada) dipijat selama 20-30 detik dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang atau memijat sebelah kanan dan kiri pusar.
*Mengoptimalkan pengiriman pesan dari otak kiri ke kanan atau sebaliknya, meningkatkan penerimaan oksigen, dan menstimulasi aliran darah agar lebih lancer mengalir ke otak.
Guna: mengoptimalkan keterampilan motorik halus, memperbaiki sikap tubuh, meningkatkan energi, mengurangi stres visual dan relaksasi tengkuk serta bahu.
Gerakan Silang
Gerakan ini mengaktifkan hubungan kedua sisi otak dan merupakan gerakan pemanasan
untuk semua keterampilan yang memerlukan penyeberangan garis tengah bagian lateral
tubuh.
* Mengaktifkan gerakan mata dari kiri ke kanan, meningkatkan harmonisasi penglihatan
(binokular)
Guna: mengoptimalkan pekerjaan menulis, mendengar, membaca dan memahami, meningkatkan stamina, memperbaiki pernapasan, pendengaran dan penglihatan.

Tombol Bumi
Ujung salah satu tangan menyentuh bawah bibir, ujung jari lainnya di pinggir atas tulang kemaluan (15 cm di bawah pusar). Di sentuh selama 30 detik atau 4-6 kali tarikan napas penuh.
* Meningkatkan koordinasi dan konsentrasi (melihat secara vertikal dan horizontal sekaligus tanpa keliru, seperti saat membaca kolom dalam tabel).
* Guna: mengurangi kelelahan mental (stres), mengoptimalkan jenis pekerjaan seperti organisasi, perancangan seni, pembukuan.
Tombol Imbang
Gerakan ini akan mengembalikan tiga dimensi keseimbangan tubuh (kiri-kanan, atas- bawah, depan-belakang). Tekan ¶tombol imbang¶ 4-5 cm ke kiri dan ke kanan dari garis tengah/lekukan di batas rambut antara tengkorak dan tengkung di atas tulang belakang, sementara tangan satunya menyentuh pusar, selama 30 detik.
* Meningkatkan konsentrasi, pengambilan keputusan, pemikiran asosiatif, kepekaan indrawi untuk keseimbangan, menjernihkan pikiran dan menjaga badan tetap relaks
* Guna: mengerti konsep yang tersirat (saat membaca), mengkritisi, mengurangi mabuk perjalanan dan tekanan di kuping karena perubahan ketingian, mengoptimalkan pekerjaan menulis laporan, memakai telepon atau komputer.
Kait Relaks
Tumpangkan kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawah. Jemari kedua tangan saling menggenggam, kemudian tarik tangan ke arah pusar dan terus ke depan dada. Pejamkan mata dan saat menarik napas, lidah ditempelkan ke langit-langit mulut dan lepaskan saat mengembuskan napas. Berikutnya, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari tangan saling bersentuhan secara halus di dada atau di pangkuan, sambil mengambil napas dalam 1 menit lagi
* Meningkatkan koordinasi motorik halus dan pemikiran logis, dan pemusatan emosional.
* Guna: mendengar aktif, berbicara lugas, menghadapi tes dan bekerja dengan papan ketik, pengendalian diri dan keseimbangan.

Otak Kanan dan Otak Kiri

Peranan Otak Bagi Kehidupan Manusia
Otak manusia terdiri dari otak kanan, otak kiri. Masing-masing bagian tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kanan diidentikkan tentang kreativitas, persamaan, khayalan, bentuk atau ruang, emosi, music dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang tidak terlalu mendetail. Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan rapi, perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, logika, terstruktur, analitis matematis, sistematis, linear, dan tahap demi tahap. Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah popular sejak tahun 1960, seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Selain itu ia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung tenang, demikian sebaliknya.
Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian:
Si otak kanan: humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan, kacau, ede= ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, pemmpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan” , bebas, spontan.
Si otak kiri: serius, rumit, membosankan, hemat, lebih mempercayai fakta, rapi-terorganisir, id= profitabilitas, lebih memilih keilmuan,hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.
Otak kanan berfungsi dalam perkembangan EQ ( Emotional Quotient ). Daya ingat otak kanan bersifat panjang ( long term memory ). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumaor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi.
Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ ( Inteligence Quotient ). Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek ( short term memory ), jika terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi bicara, berbahasa, dan matematika.
Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk menggunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hamper semua proses pemikiran.
Mengajar haruslah melibatkan otak kiri dan kanan siswanya. Jika tidak melibatkan kedua fungsi otak itu, ketidakseimbangan akan terjadi pada diri siswa. Potensi salah satu otak itu akan melemah, dan semakin lemah. Untuk itu guru ketika mengajar haruslah menggunakan strategi pelibatan otak kiri dan kanan siswanya.

8 Kecerdasan Dalam Otak Kanan
1) Kecerdasan Lingustik ( Word Smart )
Kecerdasan Linguistik adalah kecerdasan menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, pelawak, actor, selebriti, penyiar radio, dan para pembicara hebat. Kecerdasan ini membantu kesuksesan kariernya di bidang pemasaran dan politik.
Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan secara kompeten melalui kata-kata; seperti bicara, membaca, dan menulis. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para orator, negosiator, pengacara, negarawan, dan lain sebagainya (May Lwin, dkk: 2003 dalam Suyadi: 2009 ).
Dengan kelincahan dan kecerdasannya, orang yang mempunyai kecerdasan linguistic ini mampu mempengaruhi banyak orang sehingga orang yang mmenjadi lawan bicaranya selalu terpengaruh dan menaruh simpati padanya.

2) Kecerdasan visual-Spasial ( Picture Smart )
Ini adalah kecerdasan gambar dan visualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memilki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi.
Kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan untuk melihat sesuatu obyek dengan sangat detail. Kemudian ia mampu merekam apa yang ia lihat tersebut dalam memori otaknya dalam jangka waktu yang sangat lama. Selain itu,jika suatu saat ia ingin menjelaskan apa yang dilihatnya tersebut kepada orang lain, ia mampu melukiskan dalam selembar kertas dengan sangat sempurna ( Suyadi: 2009 ).
Kecerdasan ini juga dimiliki oleh para arsitek, fotografer, seniman, pilot, pemahat patung, dan para penemu teknologi ( May Lwin dkk:2003 dalam Suyadi:2009 ).
Kecerdasan Visual-Spasial perlu ada dalam diri anak karena bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan kreativitas anak
2. Meningkatkan daya ingat anak.
3. Mencapai puncak berpikir,
4. Mudah memecahkan masalah,
5. Menuju puncak kesuksesan.

3) Kecerdasan Kinestetik-Jasmani ( Body Smart )
Kecerdasan jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh. Seorang actor yang memiliki kecerdasan kinestetik yang baik, ketika sedang memerankan karakter kehidupan seseorang, ia benar-benar bisa menjiwai sehingga yang terlihat dari ekspresinya bukanlah karakter dia sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari, tetapi yang muncul di situ ialah tokoh yang sedang diperankan.
Kecerdasan ini sangat potensial pada masa kanak-kanak. Oleh sebab itu perlu diberikan rangsangan dengan latihan-latihan, karena dengan latihan akan dipadukan dengan pikiran sehingga akan membentuk sebuah hasil yang sangat maksimal. Kemampuan ini akan memperkuat rasa percaya diri pada anak-anak, sehingga tertanam dalam hati mereka bahwa dirinya sanggup melakukan pekerjaan apapun dengan hasil yang terbaik.perasaan demikian akan mendorong anak untuk melakukan berbagai aktivitas pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa senang. Bahkan mereka mempunyai rasa optimism keberhasilan terhadap segala bentuk pekerjaan. Kecerdasan Kinestetik dimiliki oleh actor, penari, pendekar, atlet, pemain acrobat, dan dokter bedah.

4) Kecerdasan Musikal ( Music Smart )
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyi sebuah lagu, mengingat melodi music, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati music.
Kecerdasan musical adalah kemampuan untuk menyimpan nada dalam benak seseorang, mengingat irama itu, dan secara emosional terpengaruh oleh music. (May Lwin, dkk (2003)
Kecerdasan musical merupakan kecerdasan yang awal tumbuh dan berkembang di dalam diri setiap manusia. Sejak bayi masih dalam kandungan ia selalu mendengarkan music alami, yaitu detak jantung ibunya. Dalam Islam seorang anak baru lahir ke dunia ini biasanya langsung diadzani di telinganya. Yang demikian ini dilakukan dengan tujuan supaya bayi yang baru lahir langsung mendengar seruan pertama adalah kalimat Allah. Dalam Islam pun kecerdasan musical telah dibudayakan sudah cukup lama di pesantren-pesantren seperti ketika hafalan-hafalan nahwu atau tashrif selalu dilagukan.

5). Kecerdasan Antar Pribadi ( People Smart )
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain.
Kecerdasan Antar Pribadi adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain di sekitarnya. Dengan kecerdasan Antar Pribadi yang baik, seseorang akan mempunyai kepekaan hati, sehingga bersikap tanpa menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain (Suyadi: 2009). Kecerdasan Antar Pribadi ini merupakan sikap atau pola hidup social yang sangat baik dengan orang lain. Kecerdasan Antar Pribadi dipakai oleh para Direktur, dan pimpinan dalam memotivasi secara manusiawi pada bawahannya. Kecerdasan ini juga digunakan oleh para konselor dan motivator dalam menjalin hubungan emosional lebih dekat dengan kliennya. Sosiolog dan Psikolog juga menggunakan kecerdasan ini. Untuk menganalisis perubahan social dan personal.
Kecerdasan Antar Pribadi sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, yaitu orang tua, dan para guru.

6). Kecerdasan Intra Pribadi ( Self Smart )
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.
Kecerdasan Intra Pribadi adalah kemampuan untuk memehami diri sendiri, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. (May Lwin; 2003 ). Kecerdasan ini bukan berarti cermin dari keegoisan seseorang. Orang yang egois adalah orang yang mementingkan diri sendiri, sedangkan kecerdasan Intra Pribadi adalah kemampuan hidup mandiri atau tidak menggantungkan diri pada orang lain.
Kecerdasan Intra Pribadi lebih berorientasi pada sebuah prinsip hidup yang baik. Sebab dalam prinsip hidup yang baik akan selalu ada tindakan yang mandiri dan tanggung jawab yang tinggi terhadap berbagai sikap atau kebijakan yang dilakukannya.

7). Kecerdasan Naturalis ( Nature Smart )
Kecerdasan Naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Kecerdasan ini dibutuhkan oleh banyak profesi seperti ahli biologi penjaga hutan, dokter hewan, dan hortikulturalis.
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali berbagai jenis flora, fauna, dan fenomena alam lainnya, seperti asal-usu binatang, pertumbuhan tanaman, terjadinya tata surya, berbagai galaksi, dan lain sebagainya. (Sri Widayati & Utami Widayati: 2008 dalam Suyadi : 2009)
Kecerdasan naturalis akan berkembang dengan baik ketika kita mengenal orang, tanaman, hewan, dan benda yang ada disekitar kita. Dengan mengenali tabiat atau hukum alam di lingkungan fisik sekitar kita, kita dapat mengembangkan hukum sebab akibat yang berlaku di lingkungan tersebut. Dengan kecerdasan naturalis yang baik, kita dapat mengamati pola-pola dalam interaksi dan perilaku. Seperti keadaan cuaca dan perubahan-perubahan yang terjadi pada tanaman dan hewan ( Suyadi: 2009 ) . Orang yang berkecerdasan naturalis yang tinggi mempunyai kesenangan terhadap berbagai flora dan fauna dan bisa memeliharanya dengan baik di rumah maupun di alam bebas.
8). Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan ini merupakan puncak dari semua kecerdasan. Dalam Islam disebut kecerdasan spiritual. Kecerdasan Eksistensial atau kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk merasakan keberagamaan seseorang. Orang yang mendalami ilmu agama belum tentu mempunyai kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual bisa diartikan sebagai kemampuan untuk merasakan kehadiran Allah SWT. ( Suyadi: 2009 )
Kecerdasan Spiritual merupakan kelanjutan dari kecerdasan intelektual ( IQ ) dan kecerdasan emosional (EQ). kecerdasan spiritual banyak disikapi oleh sebagian orang sebagai penyempurna atas kecerdasan sebelumnya yaitu kecerdasan intelektual ( IQ ) dan kecerdasan emosional (EQ).
Menurut Komaruddin Hidayat dan Muhammad Wahyudi Nafis dalam bukunya Agama Masa Depan (2003), krisis spiritual itulah sebenarnya yang menjadi satu-satunya pentebab dari banyaknya orang – orang yang bunuh diri di dunia barat. Orang yang mempunyai kecerdasan spiritualnya tinggi akan selalu tabah menghadapi berbagai musibah yang terjadi dengan dirinya, karena ia menganggap semua yang terjadi adalah ujian dari Allah SWT bagi kesabarannya.



Mengembangkan Otak Sejak Dalam Kandungan
Seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua , antara lain: biomedis, kasih sayang dan stimulasi. Hal ini diungkap oleh dokter spesialis anak, dr. Sudjatmiko, MD SpA.
Perkembangan kecerdasan sejak dalam kandungan bisa saja terjadi dengan memperhatikan banyak hal.
o Kebutuhan biologis (fisik) seperti nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi, artinya asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan nutrisi ini pun bukan hanya ketika ibu mengandung, tetapi ketika ia siap untuk mengandung harus sudah memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisi yang lengkap.
o Kebutuhan kasih sayang.
Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, artinya kehamilan itu benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang tumbuh kembang bayi tidak akan optimal. Ada factor psikologis yang mempengaruhi perkembangan bayi. Misalnya : perkawinan itu di restui atau tidak, adakah komitmen antara suami dan istri , sebab tanpa komitmen kehamilan itu bisa dianggap mengganggu. Juga harus ada support ( dukungan ) dari suami dan orang tua, sehingga seorang ibu menerima kehamilannya dengan hati yang tenteram.
o Stimulasi
Perhatian penuh dari si Ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandugannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada si Bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter at-zat rasa tenang, sehingga bayi dalam kandungannya juga merasa senang. Yang baik adalah stimuli yang berupa suara-suara, elusan, dan nyayian yang disukai ibu. Hal ini akan merangsang bayi ikut senang. Stimuli ini lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia enam bulan, sebab pada usia ini jaringan struktur otak bayi sudah mulai bisa berfungsi.
Tanggung jawab orang tua terhadap bayi yang masih dalam kandungan juga telah diterangkan dalam hadits berikut:
“Cukup berdosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan tanggungannya (keluarganya)”. (HR. Abu Dawud dari Amar bin Ash).
“Anak yang sengsara adalah anak yang telah mendapat kesengsaraan semenjak ia masih dalam kandungan ibunya.” (HR. Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud).
F. Rene Van de Carr telah menyimpulkan ada delapan prinsip dasar yang membentuk fondasi filosofi dan sekaligus prosedur program dan langkah-langkah kegiatan pendidikan pralahir:
a) Prinsip kerja sama
b) Prinsip ikatan cinta kasih pralahir
c) Prinsip stimulasi pralahir
d) Prinsip kesadaran pralahir
e) Prinsip kecerdasan bayi
f) Prinsip membiasakan perbuatan-perbuatan baik
g) Prisip melibatkan kakak-kakak dan saudara-saudara sang bayi
h) Peran penting ayah dalam masa kehamilan

Menumbuh Kembangkan Otak Bayi usia 0 – 6 Bulan
Bagian-bagian utama bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini otaknya akan segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan at-zat gizi yang tepat. Perkembangan otak ada periode yang dikenal periode pacu tumbuh otak ( brain growth spurt ) yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat. Periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester ketiga. Multiplikasi sel terjadi pada masa janin. Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah si Kecil lahir hingga usia dua tahun. Sejak lahir hingga usia dua tahun adalah saat neuron ( sel saraf ) di korteks otak membentuk sinaps ( hubungan antara sel saraf ) yang sangat banyak. Jadi di masa multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak harus mendapat prioritas utama dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai bahan–bahan pembentuknya. Pada saat periode pacu tumbuh otak ini pemenuhan kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal ( ASI eksklusif ) sejak hari pertamanya hingga usia enam bulan. Secara alami , ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak. Zat-zat tersebut antara lain:
 Asam lemak esensial
ASI merupakan sumber asam lemak esensial ( asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya dari luar tubuh ) yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua asam ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA ( asam dokosaheksanoat ) dan AA ( asam arakhidonat ). Apabila tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya, maka proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam otaknya akan berjalan dengan baik. Semua prose situ terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak. Dengan pemberian ASI selain proses tumbuh kembang dengan baik, kedekatan hubungan bathin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang perkembangan kemampuan kognitif bayi.
 Protein
Komponen dasar dari protein yaitu asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur otak.
 Vitamin B Kompleks
Beberapa vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat ( vitamin B9 ).
 Kholin
Senyawa ini merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut asetikolin. Kholin juga merupakan bagian dari lesitin yaitu suatu fosfolipid yang banyak terdapat di otak sebagai pembentuk membrane ( dinding ) sel saraf.
 Yodium, zat besi, dan seng
Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormone tiroksin( sejenis hormone yang diperlukan dalam pembentukan protein yang membantu proses tumbuh kembang otak ). Zat besi disimpan dalam jaringan otak selam 12 bulan pertama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian dari 300 enzim yang membantu pembelahan sel.
Agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh bayi selama masa pemberian ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.
Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta memberikan 10 tips bagi orang tua untuk membangun dasar perkembangan otak anak:
1. Beri perawatan dan kasih sayang yang adekuat selama masa kehamilan.
2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama kehidupan bayi berikan kecukupan nutrisi dengan ASI
3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak.
5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.
6. Kenalkan aneka ragam music pada anak dan bernyanyilah bersama.
7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya.
Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya.
8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.
9. Redakan stress pada orang tua. Orang tua yang mengalami stress cenderung mengalihkan stress kepada anaknya. Bila anak anda merasa stress cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan anda.

Hal yang Menyebabkan Kerusakan Otak
1. Tida mau sarapan pagi
Tidak mau sarapan akan menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah yang mengakibatkan kurangnya nutrisi pada otak yang akhirnya terjadi kemunduran pada otak.
2. Kebanyakan makan
Kebanyakan makan akan menyebabkan mengerasnya pembuluh otak yang biasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental.
3. Merokok
Bahaya merokok yang paling fatal adalah otak bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya.
4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula
Terlalu banyak gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
5. Polusi udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Berada di lingkungan yang udaranya tercemar akan mengakibatkan kerja otak tidak efisien.
6. Kurang tidur
Tidur memberikan kesempatan kepada otak untuk istirahat. Kurang tidur menyebabkan sel-sel otak kelelahan dan mati.
7. Menutup kepala ketika sedang tidur
Tidur dengan kepala tertutup merupakan kebiasaan yang buruk, karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar.
8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit
Belajar dan bekerja keras ketika sedang sakit juga akan memperparah ketidakefektifan otak
9. Kurangnya stimulasi
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir menyebabkan otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.
10. Jarang berbicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek yang bagus pada kerja otak.

Cara mengembangkan otak kanan
a. Nonton film
Menonton film yang berkualitas tidak hanya memberikan refresh dan hiburan pada otak dan pikiran kita, namun dapat juga memberikan pendidikan dan kesehatan. Contohnya adalah film komedi.
b. Melukis atau menggambar
Otak juga dapat distimulasi dengan cara melukis atau menggambar. Dalam latihan ini bukan hasil yang kita harapkan tetapi proses kreativitas. Sebab dalam proses menggambar tersebut menggunakan berbagai ide dan imajinasi yang tinggi untuk mendapatka hasil yang baik.
c. Membaca dan menulis
Kegiatan membaca merupakan kewajiban manusia. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yaitu Surat Al ‘Alaq, yang ayat pertama berbunyi “Iqra” yang artinya bacalah. Semua manusia yang ingin hidupnya berkembang harus senang dan membudidayakan membaca. Dengan membaca buku setiap hari merangsang otak untuk menemukan ide ketika dihadapkan dengan sebuah kenyataan hidup, terutama dalam dunia tulis menulis. Membaca mempunyai manfaat intelektual, emosional, dan spiritual yang dapat meningkatkan perkembangan anak.
Keberhasilan dalam menulis sangat dipengaruhi oleh kecerdasan membaca. M. Iqbal Dawami dalam tulisannya mengatakan bahwa menulis dapat meningkatkan kecerdasan intrapribadi dan inguistik (http://www.bluefame.com). Karena kecerdasan linguistic bertumpu pada kemampuannya dalam berbicara dan menulis.dengan menulis sebuah karangan dapat meningkatkan reativitas otak anak dalam menciptakan imajinasinya menjadi tulisan.
d. Puisi
Tidak semua orang menyukai puisi, tetapi anak menyukai puisi karena bahasa yang memikat, dan bentuk tulisan yang aneh. Dengan membaca dan diskusi tentang puisi, akan membangkitkan imajinasi anak. Ia akan memaknai larik demi larik, bait demi bait, akhirnya dapat menemukan inti dari puisi yang dibacanya.
Membaca puisi dapat melatih kecerdasan , karena anak dituntut untuk melakukan penguasaan teks, perubahan mimik, intonasi, dan gesture tubuhnya.

e. Cerita-cerita
Dengan membaca cerita seseorang dapat dengan mudah mengetahui berbagai sisi kehidupan lain. Misalnya membaca cerita tentang Sangkuriang, maka kita akan mengenal kehidupan manusia zaman dahulu. Dengan membaca cerita kita dituntut untuk dapat memaknai cerita demi cerita sehingga melahirkan berbagai ilmu pengetahuan dan kreativitas yang tinggi. Kecerdasan anak juga dapat dikembangkan melalui belajar menulis cerita.
f. Buku bacaan lain
Buku bacaan lain seperti buku doa-doa, tuntunan shalat, atau buku saku mempunyai pengaruh besar bagi otak dan kecerdasan anak. Selain buku-buku religious dapat juga digunakan buku-buku bacaan umum.
Buku- uku religious dapat mengembangkan kecerdasan spiritual, sedangkan buku umum mengembangkan kecerdasan lainnya.
g. Mendengarkan musik
Setiap orang pasti menyukai musik, sebab musik dapat dijadika ekspresi hati. Bermain music dapat menambah tingkat kecerdasan anak, karena mencakup penguasaan irama, nada, pola-pola, ritme, tempo, instrument, dan ekspresi musik seingga mampu memainkan atau menyanyikan sebuah lagu. Kecerdasa ini dapat distimulasi sejak bayi dalam kandungan hingga anak usia tiga tahun, karena usia-usia itu perkembangan otaknya sedang tumbuh pesat.

Manfaat Senam Otak
Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika kita rutin melakukan senam otak. Diantaranya menurut dr, Jumraini Sp S. pikiran makin fresh dan mudah konsentrasi.
Berikut manfaat senam otak:
a. Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress
b. Dapat dipakai dalam waktu singkat
c. Tidak memerlukan bahan atau tempat khusus.
d. Dapat dipakai dalam semua situasi termasuk saat belajar/bekerja.
e. Meningkatkan percaya diri
f. Menunjukkan hasil dengan segera.
g. Dapat dijelaskan secara neurofisiologi.
h. Sangat efektif dalam penanganan seseorang yang mengalami hambatan dan stress belajar
i. Memandirikan seseorang dalam hal belajar, dan mengaktifkan seluruh potensi yang dimiliki seseorang
j. Sebagai salah satu teknik belajar yang palin baik oleh Natioal Learning Foundation USA dan sudah tersebar luas di lebih dari 80 negara.



DAFTAR PUSTAKA

As’adi Muhammad, 2009. Menghidupkan Otak kanan Anak Anda, Jogjakarta: POWER BOOKS (IHDINA)

Hartono Sangkanparan,2010, Dahsyatnya Otak tengah, Jakarta: Visimedia

Astri Novia,2010, Melatih Otak Setajam Silet, Yogyakarta, Media Pressindo

Ubes Nur Islam,2004, Mendidik Anak dalam Kandungan, Jakarta, Gema Insani

http://www.theyandi.blogspot.com

http://hil4ry.wordpress.com


ILMU-ILMU HADITS

A.SEJAR AH PERKEMBANGAN ILMU HADITS
Pada masa kenabian,ilmu hadist telah muncul lewat kegiatan nabi dan para sahabatnya.mereka dalam traspormasi hadist melakukannya dengan teliti dan hati-hati dengan cara memperhatikan sanad dan matan,lebih-lebih ketika mempunyai keragui-raguan tentang transpormator,fenomena tersebut dilanjutkan oleh tabiin dan para pengikut tabiin yang pada masa ini telah muncul apa yang diungkapkan oleh ibnu sirin yang tertera dalam muqaddimah sahih muslim”mereka tidak menyatakan isnad maka ketika itu timbul fitnah,mereka berkata:sebutkan pada kami tokoh-tokoh kalian,bila mereka ahli sunnah maka mereka mengambil haditsnya dan bila melihat ahli bidah,maka mereka tidak mengambil hadist ahli bidah tersebut.
Sebagaimana yang ditetapkan oleh disiplin ilmu hadist,tidak akan diterima kecuali,setelah sanad diketahui

B.MACAM-MACAM ILMU HADIST DAN PENGERTIANNYA
Ilmu hadits yakni,ilmu yang berpautan dengan hadits,banyak ragam macamnya,jika dilihat dari garis besarnya terbagi dalam dua bagian saja.
Pertama:Ilmu Hadits Riwayat.
Ialah ilmu yang membahas cara persambungan hadist kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW,dari sikap para perawinya, mengenai kekuatan hafalan dan keadilan mereka dan dari segi keadaan sanad putus dan bersambungnya.
Kedua:Ilmu Hadist Riwayat
Ialah imu yang membahas makna-maknayang dipahamkandari lafal-lafal hadist dan yang dikehendaki dari suatu lafaldan kalimat,dengan bersandar kepada aturan-aturan bahasa arab dan kaidah-kaidah agama,serta sesuai dengan keadaan nabi Muhammad SAW.
Tetapi kebanyakan ulama menta’rifkan ilmu hadist riwayat dan dirayat adalah sebagai berikut:
Ilmu hadist riwayat ialah suatu ilmu untuk mengetahui sabda-sabda,perbuata,taqrir-taqrir dan sifat-sifat nabi Muhammad SAW. Sedangkan ilmu hadist dirayat ialah suatu ilmu untuk mengetahui keadaan sanad dan matan yang diterima dan yang ditolak.
Inilah dua pokok dan batangnya ilmu hadist,dari dua pokok ini muncullah beberapa cabang.

C. CABANG-CABANG ILMU HADIST,SEJARAH DAN KITAB-KITABNYA.
a. Ilmu Rijalil Hadist
Ialah ilmu yang membahas para perawi hadist baik dari sahabat,tabiin maupun dari angkatan-angkatan sesudahnya.Dengan ilmu ini dapatlah kita mengetahui keadaan para perawi yang menerima hadist dari rasulullah,dan keadaan para perawi yang menerima hadist dari sahabat dan seterusnya.
Di dalam ilmu ini diterangkan tarikh ringkas dari riwayat hidup para perawi,madzhab yang dipegangi oleh para perawi dan keadaan para perawi itu menerima haduist.
Sungguh penting sekali ilmu ini dipelajari dengan seksama,karena hadist itu terdiri dari sanad dan matan.Maka mengetahui keadaan para perawi yang menjadi sanad,merupakan separoh pengetahuan.
Kitab-kitab yang disusun dalam ilmu ini banyak ragamnya.Ada yang hanya menerangkan riwayat-riwayat ringkas dari para sahabat saja.Ada yang menerangkan riwayat umum para perawi.Ada yang menerangkan perawi-perawi yang dipercaya saja.Ada yang menerangkan riwayat-riwayat para perawiyang lemah-lemah,atau para mudallis,atau para pembuat hadist maudlu.
ILMU AL MUHKAM WAL MUTASYABIH

A. PENGERTIAN
Menurut bahasa Muhkam berasal dari kata ihkam yang berarti kekukuhan, kesempurnaan, keseksamaan, dan pencegahan. Namun , semua pengertian ini pada dasarnya kembali pada makna pencegahan.
Sedang kata mutasyabih berasal dari kata tasyabuh yang secara bahasa berarti keserupaan dan kesamaan yang biasanya membawa kepada kesamaran antara dua hal.
Dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang menggunakan kedua kata ini atau kata jadiannya.
Pertama, firman Allah :

artinya; “sebuah kitab yang disempurnakan [dijelaskan] ayat-ayatnya” [Q.S.Hud 1].
Kedua, Firman Allah :

Artinya : “Al-Quran yang serupa[mutasyabih]lagi berulang-ulang,,,,,[Q.S.Al-Zumar;23]
Ketiga , Firman Allah :

((ال عمران : ۷
Artinya :. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], Itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. ( Q.S Ali Imran : 7)

Maksud dari ayat pertama adalah kesempurnaannya dan tidak adanya pertentangan antara ayat-ayatnya. Maksud mutasyabih dalam ayat kedua adalah menjelaskan segi kesamaran ayat-ayat Al Quran dalam kebenaran, kebaikan dan kemkjizatannya.
Sedangkan dari ayat ketiga inilah pengertian muhkam dan mutasyabih yang menjadi perhatian dalam pembahasan ini. Karena memang ada bebepapa penulis ulumul Quran seperti Al-Zarqani, Shubhi Al Shalih Dan Abd. Mun`aim Al-Namir memandang tidak ada pertentangan antara ketiga ayat tersebut.

Secara istilah , para ulama berbeda pendapat pula dalam merumuskan devinisi muhkam dan mutasyabih. Diantara devinisi yang dikemukakan oleh Al Zarqani yang sebagiannya dikutip dari Al Suyuthi yaitu sebaga berikut :
1. Muhkam ialah ayat yang jelas maksudnya lagi nyata yang tidak mengandung kemungkinan nasakh. Mutasyabih ialah ayat yang tersembunyi (maknanya), tidak diketahui maknanya baik secara aqli maupun naqli, dan inilah ayat-ayat yang hanya Allah mengetahuinya, seperti datangnya hari kiamat .pendapat ini di bangsakan Al-Alusi kepada pemimpin-pemimpin madzhab Hanafi.
2. Muhkam ialah ayat yang diketahui maksudnya, baik secaran nyata maupun melalui takwil. Mutasyabih ialah ayat yang hanya Allah yang mengetahui maksudnya baik seara nyata maupun melalui takwil. Seperti datangnya hari kiamat, keluarnya dajjal, huruf yang terputus-putus diawal surat. Pendapat ini dibangsakan kepada Ahli sunnah sebagai pendapat yang terpilih dikalangan mereka.
3. Muhkam ialah ayat yang tidak mengandung kecuali satu kemungkinan makna takwil. Mutasyabih ialah ayat yang mengandung banyak kemungkinan makna takwil. Pendapat ini dibangsakan kepada ibn Abbas dan kebanyakan Ahli ushul fiqh mengikutinya.
4. Muhkam ayat yang tunjukkan makna kuat, yang lafal nas dan lafaz zahir. Mutasyabih ialah ayat yang tunjukkan maknanya tidak kuat, yaitu lafal mujmal, muawwal dan musykil. Pendapat ini dibangsakan kepada imam Al-Razi dan banyak peneliti yang memilihnya.

Dari devinisi di atas dapat kita ketahui dua hal penting.
 Dalam membicarakan muhkam tidak ada kesulitan. Muhkam adalah ayat yang jelas atau rajah maknanya.
 Pembicaraan tentang mutasyabih menimbulkan masalah yang perlu dibahas lebih lanjut. Apa sumber yang melahirkan mutasyabih, berapa macam mutasyabih, dan bagaiman sikap ulama dalam menghadapinya.

2. SEBAB-SEBAB TERJADINYA TASYABUH DALAM Al-QURAN.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa sebab tasyabuh atau mutasyabih adalah ketersenbunyian maksud bahwa ketersembunyian itu bisa kembali kepada lafal atau kepada makna atau kepada lafal dan makna sekaligus.
Contoh-contoh:
1. ketersembunyian pada lafal


Lafal أبٌّdisini mutasyabih karena ganjilnya dan jarangnya digunakan. Kata أبٌّ diartikan rumput-rumputan berdasarkan pemahaman dari ayat berikutnya :
متاعاً لكمْ ولأنعامكمْ (عبس :)۳۲
Mutasyabih yang timbul dari ketersembunyian pada makna adalah ayat-ayat mutasyabihat tentang sifat-sifat tuhan; dan sebagainya. Mutasyabih yang timbul dari ketersembunyian pada makna dan lafal sekaligus adalah seperti;


Artinya; 189. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[*], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

[*] pada masa jahiliyah, orang-orang yang berihram di waktu haji, mereka memasuki rumah dari belakang bukan dari depan. hal Ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah s.a.w., Maka diturunkanlah ayat ini.

Ayat ini tidak dapat difahami oleh orang yang tidak mengetahui adat bangsa arab dizaman jahiliah. Diriwayatkan bahwa beberapa orang anshar jika berihram (untuk haji atau umrah) tak seorang pun mereka mau memasuki pagar atau rumah dari pintunya. Jika ia seorang penduduk kota, ia menggali lubang di belakang rumah-rumahnya. Jika ia seorang penduduk kota,ia menggali lubang dibelakang rumah-rumahnya dan ia keluar dan masuk dari sana. Jika ia orang baduy ia keluar dari belakang gubuknya. Sehubungan dengan itu ayat ini diturunkan.

Kemudian, menurut Al-Zarqani, ayat-ayat mutasyabihat dapat dibagi keada tiga macam.
1. Ayat-ayat yang seluruh manusia tidak sampai kepada maksudnya, seperti pengetahuan tentang Zat Allah dan hakikat sifat-sifat-Nya. Pengetahuan tentang waktu kiamat dan hal-hal gaib lainnya. Allah berfirman :


Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri”, (Q.S. Al-An`am 59)
2. Ayat-ayat yang setiap orang bisa mengetahui maksudnya melalui penelitian dan pengkajian, seperti ayat-ayat mutasyabihat yang kesamarannya timbul akibat ringkas, panjang, urutan,dan seumpamanya, Allah berfirman :


Artinya : “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat..”. (Q.S. An Nisa :3)

Maksud ayat ini tidak jelas dan ketidakjelasannya timbul karena lafalnya yang ringkas.kalimat asalnya berbunyi :

3. Ayat-ayat mutasyabihat yang maksudnya dapat diketahui oleh para ulama tertentu dan bukan semua ulama. Maksud yang demikian adalah makna-makna yang tinggi yang memenuhi hati orang-orang yang jernih jiwanya dan mujtahid.

3. PANDANGAN DAN SIKAP ULAMA MENGHADAPI AYAT-AYAT MUTASYABIH.

Telah dikemukakan bahwa ayat-ayat mutasyabihat itu berbagai macam sebab bentuknya. Dalam bagian ini, pembahasan khusus tentang ayat-ayat mutasyabihat yan menyangkut sifat-sifat Tuhan yang dalam istilah As-Suyuthi “ayat Al-Shifat”, dan dalam istilah Shubhi Al-Shahih (mutasyabih Al-Shifat). Ayat-ayat yang termasuk dalam kategori ini banyak. Diantaranya adalah:

Artinya:. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy[*].(Q.S. Thaha : 5)

[*] bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

2.

Artinya :. Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.(Q.S. Al Fajr :22)

3.

Artinya : Dan dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya…….. (Q.S. Al An`am : 61)

4.

Artinya :. Supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang Aku Sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ),(Q.S.Az-Zumar : 56)

5.

Artinya : “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S.Ar Rahman : 27)


Artinya :…….. dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,(Q.S.Thaha:39)

7.

Artinya :….. tangan Allah di atas tangan mereka[*],
.
[*] orang yang berjanji setia Biasanya berjabatan tangan. Caranya berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. jadi maksud tangan Allah di atas mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah. jadi seakan-akan Allah di atas tangan orang-orang yang berjanji itu. hendaklah diperhatikan bahwa Allah Maha Suci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluknya.

Dalam ayat-ayat ini teardapat kata-kata “bersemayam”, “datang”, diatas”, “ sisi”, “wajah”, “mata”, dan “tangan” yang dibanggakan ataundijadikan sifat bagi Allah. Kata-kata ini menunjukkan keadaan, tempat dan anggota yang layak bagi makhluk yang baharu. Karena dalam ayat-ayat tersebut kata-kata ini dibangsakan kepada Allah yang Qadim, maka sulit dipahami maksud yang sebenarnya, karena itu pula , ayat-ayat tersebut dinamakan “Mutasyabih a-Shifat”. Selanjutnya, dipertanyakan apakah maksud ayat-ayat ini dapat diketahui oleh manusia atau tidak?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Shubhi Al-Shalih membedakan pendapat ulama kedalam dua mazhab.
1. Mazhab Salaf, yaitu orang-orang yang mempercayai dan mengimani sifat-sifat mutasyabih itu dan menyerahkan hakikatnya kepada Allah sendiri. Mereka mensucikan Allah dari pengertian-pengertian lahir yang mustahil ini bagi Allah dan mengimaninya sebagaimana yang diterangkan Al-Quran serta menyerahkan urusan mengetahui hakikatnya kepada Allah sendiri, mazhab ini disebut pula madzhab Mufawwidah atau Tafwid. Adapun dalil (argument) yang digunakan oleh mazhab ini adalah dua, yaitu dalil aqli(berdasarkan kaidah bahasa arab) dan dalil naqli(hadits dan atsar sahabat). Menurut As-Suyuthi , inilah yang menjadi pendapat kebanyakan sahabat, thabi`in, tabi`I al-tabi`in, dan orang-orang sesudah mereka, khususnya Ahlu Sunnah. Pandangan ini adalah riwayat yang paling shahih dari shahih dari ibn Abbas.
2. Mazhab Khalaf, yaitu ulama yang mewakilkan lafal yang makna lahirnya mustahil kepada makna yang baik dangan zat Allah. Karena itu mereka disebut juga Muawwilah atau mazhab takwil. Mereka memaknakan
• “Istiwa” dengan ketinggian yang abstrak , berupa pengendalian Allah terhadap alam ini tanpa merasa kepayahan.
• “kedatangan Allah” diartikan dengan kedatangan perintahnya.dll.
Demikian system penafsiran ayat-ayat mutasyabihat yan ditempuh oleh ulama Khalaf. Semua lafal yang mengandung makna “cinta”,”murka” dan “malu” bagi Allah ditakwil dengan makna majaz yang terdekat. Mazhab ini juga mempunyai argument (dalil) naqli dan aqli berupa atsar sahabat. Menurut mereka suatu hal yang harus dilakukan adalah memalingkan lafal dari keadaan kehampaan yang mengakibatkan kebingungan manusia karena membiarkan lafal terlantar tak bermakna. Selama mungkin mentakwil kalam Allah dengan makna yang benar, maka nalar mengharuskan untuk melakukannya.
3. As-Suyuthi mengemukakan bahwa Ibnu Daqiq Al-Id mengemukakan pendapat yang menengahi kedua mazhab di atas. Ibnu Daqiq Al-Id berpendapat bahwa jika takwil itu dekat dari bahasa Arab maka tidak dipungkiri dan jika takwil itu jauh maka kita tawaquf(tidak memutuskannya). Kita meyakini maknanya menurut cara yang dimaksudkan serta mensucikan Tuhan dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.
Setiap orang percaya bahwa makna yang diambil dari hasil penakwilan dan penafsiran bukanlah makna yang pasti bagi lafal-lafal ayat mutasyabihat. Tidak seorangpun dapat menjamin bahwa itulah makna yang sebenarnya dan secara pasti dimaksudkan oleh Allah.
Ayat-ayat mutasyabihat mengandung banyak kemungkinan makna. Karena itu, ayat ayat seperti ini tidak boleh dipahami secara berdiri sendiri. Untuk memahaminya secara benar harus melalui petunjuk ayat-ayat muhkamat, selanjutnya keterangan ini menynjukka bahwa ayat-ayat mutasyabihat dapat dipahami dengan merujuk kandungan ayat-ayat muhkamat.



KESIMPULAN
1. Muhkam berasal dari kata ihkam yang berarti kekukuhan, kesempurnaan, keseksamaan, dan pencegahan.
2. mutasyabih berasal dari kata tasyabuh yang secara bahasa berarti keserupaan dan kesamaan yang biasanya membawa kepada kesamaran antara dua hal.
3. Muhkam ialah ayat yang diketahui maksudnya, baik secaran nyata maupun melalui takwil. Mutasyabih ialah ayat yang hanya Allah yang mengetahui maksudnya baik seara nyata maupun melalui takwil. Seperti datangnya hari kiamat, keluarnya dajjal, huruf yang terputus-putus diawal surat. Pendapat ini dibangsakan kepada Ahli sunnah sebagai pendapat yang terpilih dikalangan mereka.
4. ayat-ayat mutasyabihat dapat dibagi keada tiga macam.1. Ayat-ayat yang seluruh manusia tidak sampai kepada maksudnya.2) Ayat-ayat yang setiap orang bisa mengetahui maksudnya melalui penelitian dan pengkajian, seperti ayat-ayat mutasyabihat yang kesamarannya timbul akibat ringkas, panjang, urutan,dan seumpamanya.3) Ayat-ayat mutasyabihat yang maksudnya dapat diketahui oleh para ulama tertentu dan bukan semua ulama.
5. Ada dua mazhab yang membahas tentang masalah ini yaitu mazhab khalaf dan mazhab salaf.

Daftar Pustaka
Syadali, Ahmad. Rofi`I, Ahmad. Ulumul Quran.Pustaka Setia.Bandung.2000

Biografi Tiga Sufi Oleh Sayid Zein Zainuddin As Saggaf(Alm)

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Ajaran tasawuf yang sangat di gandrungi oleh para pengamal Tharikat Mu’tabarah itu tidak hanya berkembang di daerah Timur Tengah saja tetapi sudah merambat jauh ke negara-negara lain khususnya Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Indonesia dan Brunei Darussalam
Melalui makalah ini, kami akan mencoba memaparkan biografi ringkas dari tiga orang tokoh sufi yang mengembangkan paham tasawuf di Indonesia serta ajaran dan karya-karya mereka.
B. RUMUSAN MASALAH
Tiga orang tokoh sufi, yang kami maksud di sini adalah:
1. Hamzah, al. Fansuri
2. M.Nuruddin al Raniri,
3. Abd. Rauf al Singkili


PEMBAHASAN


A. DUA KELOMPOK ALIRAN SUFI
Pada umumnya jamaah ahli tariqah Al-Mu’tabarah yang ada di Indonesia pada abad ke-16 dan 17 yang mengaku mengikuti dan menganut ajaran kaum sufi itu terbagi kepada 2 (dua) golongan yang kadang-kadang tampak saling besebrangan yakni ada yang dapat dipengaruhi oleh ajaran al-Hallaj dan Ibn Arabi dan ada pula yang tidak. Yang pertama disebut kaum sufi Wujudiah (Pantheisme/Wahdatul Wujud), sedang yang kedua disebut kaum sufi Ahlissunnah Waljamaah.

B. ALIRAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DAN SUMBER AJARANNYA
Aliran ini tidak terpengaruh baik terhadap konsep Itihad, Hulul atau pun martabat empat Ibn Arabi yang menjadi martabat tujuh al Gujarati dan Insan Kamil dari Al Jili. Karena sumber ajaran Ahli Sunnah Waljamaah adalah benar-benar al-Kitab dan al-Sunnah seperti ajaran Muraqabah dan lain-lain dari kelompok trancendentisme.

C. ALIRAN WUJUDIAH DAN SUMBER AJARANNYA
Pada mulanya ajaran ini disebut aliran Wahdatul Wujud (munisme) atau Aliran Faidh (emanisme) seterusnya di zaman Syamsuddin al-Sumatrani (murid oleh Hamzah al-Pansuri) hingga dalam sastra Malayu dikenal dengan aliran martabat tujuh.
Naruddin al-Raniri lah yang menyebutnya dengan nama aliran Wujudiah . Yang dia maksud aliran Wujudiah ini adalah orang-orang yang mempunyai paham bahwasanya segala apa yang ada (maujudat) ini walaupun kelihatannya banyak namun pada hakikatnya satu jua yang merupakan kesatuan antara Zhahir (kulit) dan batin (isi) yakni Allah swt. dan sekalian mahlukNya.
Kaum wujudiah pun telah mengatakan bahwasanya `ain dzat terbagi dua, yaitu; yang pertama `ain tsabitah dan yang kedua `ain kharijah. Alam yang kelihatan ini `ain kharijah. (kulit luar dari `ain tsabitah / al Haq/Tuhan) jadi apa yang dikatakan alam dan apa yang dikatakan Allah itu pada hakikatnya satu jua. Dengan pengertian bahwasanya esensi dari maujudat ini adalah Tuhan. Atau dalam kata lain wujud mahluk ini sebenarnya subtansi dari wujud sang Khaliq.
Seperti inilah yang disebut paham aliran wujudiah yang oleh sebagian buku disebut paham imanenisme dan paham pantheisme yang lebih pupoler dengan istilah martabat tujuh.
Pada praktiknya paham wujudiah ini menitik beratkan fokus batin terhadap Nur Muhammad yang menurut mereka adalah asal segala wujud dalam aktifitas sehari-hari.
Di antara ulama-ulama sufi yang tidak termasuk dari golongan mereka (wujudiah) adalah al-Qusyairi al-Junaid dan Ibn Ataillah. Selurah kaum Ahli Sunnah Waljamaah pun menentang terhadap ajaran ini karena menurut mereka ajaran ini tidak bersumber kepada Alquran dan Al-Hadits yang sahih.
Syekh Khalid Al-Baghdadi menyebutkan bahwasanya Ibn Arabi, Ibn Sab’in dan beberapa orang selain mereka telah mengadopsi beberapa potongan ajaran filsafat yang mereka gubah menurut bahasa mereka sendiri dan kemudian mereka masukkan kedalam ilmu tasawuf. Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menyebutkan bahwa sebagian besar karya Ibn Arabi itu termasuk kelompok buku-buku yang terlarang untuk dibaca.
Paham wujudiah ini masuk ke-Indonesia dari dua arah (dari Arab, yaitu kitab Al-Insan al-Kamil karya al-Jili dan dari India yaitu kitab al Tuhfah al Mursalah karya Al-Gujarati). Kaum sufi memang banyak membikin istilah-istilah sufistik seperti yang tersebut dalam kitab al-Qusyairiyah, al-Manhal ash Shafi dan Tanya Jawab Sufistik yang di antaranya adalah yang berkenaan dengan ma’rifat.
Dalam istilah Al-Bisthami ada yang disebutnya : “fanaul fana”, yaitu hapusnya segala yang baharu dalam yang mutlaq. Mengenai teori penciptaan, Al-Hallaj berbeda dengan ibn Arabi, Al-Hallaj menggunakan teore emanisme (Al-Faidh) yang berdasar kepada Perjanjian Lama /israiliyat tentang penciptaan alam, yang berbunyi
خلق الله ادم على صورته
Sedang Ibn Arabi menggunakan teori monisme (tajalli) yang artinya wujud yang sebenarnya hanya tunggal yaitu wujud Tuhan, sedang mahluk itu adalah bayang-bayang Tuhan. Proses menampakkan Tuhan keluar dalam beberapa martabat dinamakan tanazzul, sedang proses kenaikan manusia untuk kembali kepada tuhan taraqqi. Dalam futuhatnya Ibn Arabi menyebutkan empat martabat (Al-Haq, Hakikat Muhammadiyah, Jagad raya, dan manusia)
4 (Empat) martabat ini kemudian oleh al-Gujarati dikembangkan hingga 7 (tujuh) martabat, yaitu:
1) Ahadiyah :Tidak Menentu hakikat /kunhi/ hakikat dzat Allah semata / ke-Esaan yang murni yakni masih murni dari kaitan selainnya, yang No.1 ini disebut juga Lahut
2) Wahdah (ta’ayyuun I) :Menentu tingkat I / ke-Esaan yang mengandung kejamakan/zhuhur ya’ni terbayang sifat dan asma yang belum rinci / ke esaan yang belum rinci/hakikat muhamamadiyah.
3) Wahidiyah (ta’ayyun II) :Menentu tingkat II (zhuhur) yakni terbayang sifat dan asma secara rinci / keesaan yang rinci / hakikat insan . yang no 2 dan 3 ini disebut juga Jabarut.
4) Alam arwah :Ketentuan yang halus / barzakh / keutuhan yang atomis dzatnya . Disebut juga alam Malakut
5) Alam amtsal :Kesatuan yang besar tetapi belum rinci ( tidak bisa dipisah-pisah bagian nya, pencerminan roh yang disebut juga alam mulk / syahadah.
6) Alam ajsam :Kesatuan yang besar dan sudah rinci / kebendaan sempurna disebut juga alam nasut.
7) Insan kamil :Sebagai manusia cermin Tuhan yang lengkap ya’ni mencakup seluruh martabat tersebut di atas.
La Ta’ayyun ( tanpa perbedaan ) atau dzat semata tersebut di atas dalam agama Siwa disebut Niskala dan dalam agama Mahayana di sebut Dharmakaya.
Ta’ayyun I dan II, dalam agama Siwa disebut Sakala-Niskala dan dalam agama Mahayana disebut Nirmanakaya.
A’yan Tsabitah (realitas-realitas yang terpendam), terdiri dalam: Ahadiyah, Wahdah, Wahidiyah. Mengenai hakikat muhamadiyah dan Nur Muhammad ini As-Sayyid Ahmad Al-Barzanji dalam kitabnya Tahqiqatul Ahamadiyah. ada menyebutkan sebagai berikut:




Sedang As-Sayyid Ali Al-Habsy dalam Simthud durarnya ada menyebutkan sebagai berikut:

Pengertian hakikat Muhammaddiyah dan Nur Muhammad yang laksana kakak beradik ini sering di identikkan orang, sehingga sering terjadi kesalahan penafsiran yang membawa kepada perdebatan-perdebatan. Padahal menurut beberapa pakar seperti As-Sayyid Ali
Al-Habsyi dan murid murid dari As Seman seperti Syeikh Daud Al-Fathami, Syeikh Abd. Samad Al-Falimbani seperti halnya Syeikh M.Nafis Al-Banjari keduanya (hakekat muhamadiyah dan nur muhammad) jauh berbeda, yang pertama ada pada martabat wahdah (martabat ke 2 yang tergolong qadim) sedang yang kedua ada pada martabat alam arwah / martabat ke-4 yang merupakan awal martabat baharu.
Kesalah pahaman tentang dua istilah ini tentu saja berdampak kepada kesalah praktikan amaliah /ritual yang membikin rawan tokoh-tokoh kaum Ahlussunah Waljamaah karena apabila Nur Muhammad itu dianggap sesuatu yang qadim maka tentu saja tidak sejalan dengan Hadist Nur yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah al-Anshari r.a. Sedang apabila Nur Muhammmad itu dianggap sesuatu yang baharu dan dijadikan sarana tawassul dalam ibadah maka bagaimana dengan Hadist Ihsan atau Muraqabah yang dibawakan oleh Abu Hurairah dan lain-lain. Bahkan apabila diteliti lebih jauh lagi hal ini menurut sebagian orang dapatlah dikatagorekan tidak sejalan dengan tuntunan Alquran karena konsep-konsep seperti itu memang jelas tidak terdapat dalam kitab suci Alqur`an dan termasuk katagore perbuatan bid’ah dhalalah/sesat.
Abd. Samad Al-Palimbani dalam Sairussalikin nya ada mengisyaratkan bahwa di antara kegunaan mengetahui martabat-martabat ini adalah untuk memilih dzikir tertentu yang cocok bagi orang-orang yang melakukan suluk.
Sedang Syeikh Daud al-Fathani dalam kitab Manhalnya ada menyebutkan bahwasanya sisalik itu oleh Syeikhnya akan diantarkan mulai dari alam nasut itu hingga alam-alam yang di atasnya hingga ia sampai kepada tuhan-Nya.
Lain lagi dengan Ibn `Athaillah beliau dalam kitabnya Miftahulfalah menguraikan secara panjang lebar dan lebih mendalam lagi tentang cara-cara memilih zikir untuk diamalkan.
D. Al-FANSURI, AJARAN DAN KARYA-KARYANYA
Namanya adalah Hamzah al-Fansuri. Berdasarkan kata fansur yang menempel pada namanya ini dapat diketahui bahwa ia berasal dari Fansur (sebutan orang Arab terhadap Bandar Barus) yang banyak menghasilkan kapur barus yang sekarang merupakan sebuah kota kecil di pantai barat Sumatra Utara yang terletak antara Sibolga dan Singkel (Aceh). Mengenai bahwa dia berasal dari barus ini disebutnya beberapa kali dalam kitabnya “Syair Jawi”.
• Ajaran Hamzah al Fansuri
Dia termasuk penganut thariqah Qadiriyah yang berpaham wujudiah.
Hamzah al fansuri menyebut ajaran-ajarannya dengan “ilmu suluk” Hamzah Al fansuri juga menyebut-nyebut tentang martabat 7 tetapi tidak sistematis. Karya-karyanya antara lain:
 Asrar al `Arifin
 Syurb al` Asyiqin
 Al Muntahi  Syair jawi
 Syair perahu
 Syair dagang

E. AR RANIRI AJARAN DAN KARYA-KARYANYA
Namanya adalah Muhammad Nuruddin Ar raniri, beliau seorang Indo Arab yang lahir di Rander, sebuah kota pelabuhan tua di Pantai Gujarat (Teluk Kambay). Pada mulanya beliau belajar di tempat kelahirannya ( Rander ) hingga mendapat ijazah thariqah Rifa`iah dari Sayyid Umar Basyaiban yang juga lahir di India dengan sanad dari Sayyid Muhammad al `Aydrus yang berasal dari Tarim.
Ar Raniri sendiri juga telah pergi belajar ke-Hadhramaut dan Hijaz .
+1580 M yakni dimasa sultan Aceh Besar keenam /sulthan Mansursyah atau dizaman maraknya ajaran Hamzah al Fansuri di Aceh, paman Ar Raniri yang bernama Syeikh Jailani telah berada di Aceh dengan tujuan dakwah, tetapi karena kegemaran rakyat Aceh pada saat itu lebih tertuju pada tasawuf maka beliau kurang mendapat simpati rakyat Aceh, baru mendapat simpati mereka setelah Syeikh Jailani menuntut ilmu tasawuf di kota Mekkah.
Sedang Nuruddin sendiri setelah banyak mengaji di Hadhramaut dan Hijaz beliau pulang ke Rander(Ranir) di saat Ranir telah mengalami kemunduran karena olah penjajah, karena itulah beliau pergi ke Aceh.
Beliau mukim di Pahang yakni pada tahun 1618 M. (zaman Sultan Aceh Besar ke delapan) , sebuah kota yang saat itu termasuk wilayah kerajaan Aceh. Di Pahang inilah beliau mengarang beberapa buah kitab hingga dengan cepat beliau dikenal orang.
Pada tahun 1621 M.Nuruddin Ar Raniri Pergi ke Mekah dan Madinah lagi dan entah berapa lama kemudian beliau menetap lagi di Aceh dan sering beradu hujjah dengan Syamsuddin al Sumatrani (murid Hamzah al Fansuri).
Beberapa pengarang berbeda pendapat tentang tahun dihukum bunuhnya Syamsuddin al Sumatrani ada yang mengatakan tahun 1630 M. yaitu bersamaan dengan tahun dikarangnya kitab Assiratal Mustaqim.
Pada tahun 1636 M. Sultan Iskandar Muda wafat dan digantikan oleh Sultan Iskandar II. Nuruddin diangkat menjadi mufti kerajaan dan Nuruddin pun diberi kebebasan dalam mengarang kitab-kitabnya yang cukup banyak itu, beginilah Nuruddin pada masa hidupnya di Aceh Darussalam beliau sangat berjasa bagi kerajaan, sebab dengan usaha beliaulah Aceh mendapat gelar kota Serambi Mekkah.
Pada tahun 1641 M. Sultan Iskandar II pun wafat, Nuruddin pulang ke Raner namun tidak lama beliau kembali ke Aceh dan baru pada tahun 1654M. Nuruddin pulang ke Ranir lagi hingga wafat pada tahun 1658 M. setelah bermukim di kerajaan Aceh Darussalam selama +17 tahun.
Ajaran Nuruddin Ar Raniri :
Beliau termasuk penganut Thariqat Rifa’iyah yang berpaham ahli sunnah waljamaah fanatik, menurutnya hakikat dan syariat itu tak boleh dipisahkan. Beliau selalu mengingat kata-kata Al Habib Abdullah al Aydrus yang mengatakan bahwa tidak ada jalan menuju Allah swt. kecuali melalui syariat yang merupakan pokok dan cabang Islam.
Ar Raniri berbeda pendapat tentang ketuhanan dengan ajaran Hamzah al Fansuri dan sering berdebat di depan Sultan dengan Syamsuddin (murid al Fansuri) bahkan sering mengatakan mereka kafir. Ar Raniri di samping ahli tentang ketuhanan dan ahli syariat, beliau juga mengetahui buku-buku yang dikarang oleh Ibn Arabi, Al Ghazali dan lain-lain. Ar Raniri menganggap bahwa Al-Fansuri cs lebih ekstrim dari pada Ibn Arabi dan dia menggolongkan mereka dalam golongan orang-orang zindiq.
Karya-karyanya:
Karya Nurudin Ar Raniri mencapai 23 judul di antaranya: Jawahir al Ulum Fi kasyfi al ma’lum, At Tibiyan Fi Ma’rifat al Adyan, Hujjah Ash Shiddiq li daf’izzindiq, Bustan as Salathin.




F. AS SINGKILI, AJARAN DAN KARYANYA
Namanya adalah Abd. Rauf as-Singkili. Beliau keturunan Arab dan Barus yang lahir di Kampung Suro Singkel (Aceh). Pada mulanya beliau belajar kepada ayahnya sendiri dan kemudian belajar kepada Syamsuddin as-Sumatrani (murid dari al-Fansuri) kemudian berangkat lagi ke Mekah, Jeddah, Mokha, Zabid, Bait al-Faqih. Di Mekah dia berkenalan dengan Ar Raniri dan di Madinah beliau belajar kepada Al-Qusyasyi
Ajaran As-Singkili
Beliau termasuk penganut thariqah Syaththariah yang berbeda dengan kebanyakan penganut Syaththariyah saat itu yang beraliran wujudiah karena beliau beraliran ahli sunnah wal jamaah sebagai murid Nuruddin ar-Raniri.
Karya-karyanya antara lain:
Mir’at ath Thullab dan Daqaiq al Huruf.

G. DI ANTARA PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PRAKTIK AMALIAH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH DAN PENGANUT WUJUDIAH :
Pada umumnya mereka sama-sama menganut Thariqat Mu’tabarah seperti Qadiriyah, Rifa’iyah, Syaththariyah dan lain-lain. Sedangkan perbedaan di antara mereka adalah ada yang menganut aliran wujudiah dan ada yang menganut alussunnah wal jamaah.

H. DI ANTARA KOMENTAR PARA AHLI TENTANG ALIRAN WUJUDIAH
Di antara komentar para ahli tentang aliran wujudiah adalah apa-apa yang dikatakan oleh :
a. Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, beliau pernah mengatakan bahwa kadang-kadang untuk memahami kata-kata Ibn Arabi itu mesti dibutuhkan pengetahuan syariat dan tasawuf agar keyakinan seseorang tidak goyang karenanya sebab didalam masalah itu terdapat kesempatan bagi setan untuk menyatakan perannya.
b. Asy Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, beliau pernah menyinggung-menyinggung bahwasanya ajaran wujudiah ini termasuk ajaran bid’ah seperti halnya Jabariah, Qadariyah dan Rafdhiyah.
c. Nuruddin Siddiqi, beliau dalam bukunya ada menyinggung pendapat syeikh Ahmad Shirhindi Al Punjabi bahwasanya selagi sufi itu berada di bawah pengaruh filsafat Ibn Arabi.
Yang telah mempercayai ajaran kesatuan apa yang ada(Imanenisme) dan cenderung untuk menghilangkan perbedaan antara Tuhan dan manusia, sedangkan kaum ulama berada dalam kesempitan paham mengenai hukum yang membawa kepada perdebatan-perdebatan yang tak habis-habisnya mengenai hal-hal yang kecil-kecil maka kedua golongan ini akan kehilangan semangat kesusilaan Islam. Golongan sufi yang seperti ini dikatakan lebih berbahaya daripada golongan yang satunya, sebab seandainya ciptaan itu tak nyata ada, hanya Tuhan sendirilah yang maujud, seperti yang dipertahankan Ibn Arabi maka kebutuhan akan agama dan hukum akan lenyap.
Pendapat Syeikh Ahmad ini mungkin ada benarnya apabila kita mau belajar dari peristiwa yang terjadi pada diri tokoh-tokoh aliran wujudiah, antara lain.
1) Al Hallaj di Bagdad
2) Sidi Dzennar(siti jenar) di kerajaan Demak
3) Hamzah al Fansuri di kerajaan Aceh
4) Abd. Hamid Abulung di kerajaan Banjar (Martapura).

I. BEBERAPA PERISTIWA TRAGIS YANG DIALAMI TOKOH-TOKOH ALIRAN WUJUDIAH
1. Al Hallaj : Sebagai akibat dari perkataannya ini maka ia pun di penjarakan selama tujuh tahun, dan di interogasi selama tujuh bulan untuk dikaji ajaran itu secara mendalam hingga akhirnya dihukum bunuh (disalib di Bagdad tahun 92 M.) karena tidak ada satu ulama pun saat itu yang membelanya.
Ibn Arabi sendiri karena pandai mengulas-ulas lidah dan masih banyak pembelanya tidak sampai terbunuh, malah menjadi tokoh kontroversial dan sering didewa-dewakan oleh penganutnya dengan julukan asySyaikh al Akbar.
2. Sidi Dzennar/Siti Jenar (Lemah Abang/Abd. Jalil)
Mulanya beliu termasuk di antara walisongo namun akhirnya terpengaruh dengan ajaran Al Hallaj yang menyimpang dari ajaran Islam yang membahayakan ummat sehingga oleh para wali dijatuhi hukuman mati.
Di samping itu Sidi Dzennar pernah menyatakan bahwa Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan haji ke Mekah semuanya itu adalah palsu, tidak boleh diikuti semua itu adalah kebohongan, untuk menipu semua mahluk dengan janji surga besok. Orang bodoh pada mengikuti wali yang nyata sama-sama tidak mengerti lain halnya dengan aku Sidi Dzennar.
Hal ini menyebabkan berangkatnya Sunan Kali Jaga, Sunan Kudus, Sunan Bonang dan Sunan Modang untuk berhadapan langsung dengan Sidi Dzennar, Sunan Kali Jaga berkata “Saya akan bicara singkat saja, tuan Lemah Abang(Sidi Dzennar) silakan pilih apakah memilih hidup atau kah memilih mati, Sidi Dzennar menjawab “Saya memilih mati(yang berarti hidup).
Tidak lama setelah ini (tahun 140 caka) Sidi Dzennar pun dihukum mati jenazahnya dibawa ke Demak dan dikebumikan secara rahasia.
3. Hamzah al Fansuri
Pengikut beliau banyak yang dihukum mati oleh sultan dan karya-karyanya pun dibakar habis.
4. Abd. Hamid Abulung
Beliau ini pun terkena hukuman mati pula.

SIMPULAN
Dalam makalah yang mungkin saja tak luput dari kekurangan ini telah kami paparkan beberapa tokoh sufi masa lalu yang di antara mereka ada yang termasuk tokoh sufi konstroversial yang sangat kharismatik di sisi pengikutnya namun bagi pihak lain mereka itu dianggap ahli bid’ah bahkan ada yang menganggapnya sebagai kafir zindiq yang sangat merusak Islam, Na`udzubillah mudah mudahan dengan sejarah masa lampau ini kita dapat mengarungi bahtera kehidupan saat ini hingga masa-masa yang akan datang. Amin yarabbal alamin.

SARAN-SARAN
Sebagai insan muslim kita semua dituntut untuk ikut melaksanakan da’wah billisan ataupun bil arkan, serta menampakkan diri kita sebagai seorang muslim yang baik sebagaimana yang dicontohkan oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. yang senantiasa membawa kemaslahatan bagi sekalian ummat dan mengantarkan mereka kepada kebahagian di dunia dan di akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas Sirajuddin. 1994. Sejarah Dan Keagungan Mazhab Syafi’i. Jakarta: Pustaka Tarbiyah
Abd. Khaliq A.R. 2001. Penyimpangan-penyimpangan Tasawuf. Jakarta: Rabbani Press.
Al Bagdadi Khalid. 1986. Al Iman wal Islam. Turkey: Darussefaka.
Al Banjari, M. Arsyad. 1860. Sabil al Muhtadin. Mesir. D.I.K al Arabiah.
Al Banjari, M. Nafis. 1881. Ad Dur an Nafis. Mesir. Al Miriyah.
Al Iskandari Ibn ‘Athaillah.1961. Miftah al Falah. Mesir. Musthafa al Bab al Halabi.
Al Fatani, Daud. tth. Al Manhal Ash Shafi, Tulisan Tangan.
Al Fatani Z. Abiddin. tth. Aqidat an Najin. Surabaya : Syirkah Bungkul.
Al Falimbani Abd Samad. tth. Sair As Salikin. Semarang. Karya Insan.
Al Qusyairi Ab al Qasim.1940. Al Risalah Al Qusyairiyah. Mesir. Mushthafa. Al Bab al Halabi.
As Sayyid Al Attas M. Naguib. 1977. Islam Dalam Sejarah Kebudayaan Melayu. Bandung: Mizan
As Sayyid Al Aydrus Novel. 1997. Tanya Jawab Sufstik. Solo.: Putra Riadi.
As Sayyid Bakri Ibn M Syatha. tth. Kifayat al Atqiya. Surabaya: A. Sa’ad Nabhan.
As Sayyid Al Barzanji. Ahmad. tth. Tahqiqat Ahmadiyah. tt.tpn (Tulisan tangan).
As Sayyid Al Habsyi Ali tth. Simth ad Durar. Banjarmasin: S. Hasyim Al Habsyi.
As Sayyid al Haddad Abdullah. tth. Risalat al Muawanah. Bandung. Al Ma`arif.
As Sayyid Al Hamid. 1999. Pembaharu Abad Ke 17. Bandung: Pustaka Hidayah.
As Sayyid Al Mahdali Agil. 2002. Mengenal Tarekat Sufi. Bagi Pemula. Jakarta. Azan.
As sayyid Al Syilli Muhammad. tth. Masyra’ ar Rawi. tt.tpn
As Sayyid Nashr Husin 1994. Tasawuf Dulu dan Sekarang. Pustaka Firdaus.
As Sayyid As Nursyamsu Muhammad 1999 Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan sekitarnya Jakarta Lentera
Jaya Tamar. 1982. Syeikh Nuruddin ar Raniri. Jakarta: Panji Masyarakat.No 347.
Ibn Ibad Muhammad. tth. Syarh al Hikam. Singapore-Jeddah al Haramain.
Kahmad Dadang 2002. Tarekat Dalam Islam Bandung. Pustaka Setia.
LKS IAIN Walisongo. 1974. Srjarah Islam Di Jateng Utara. Semarang: IAIN Walisongo.
Masyur H.M. Laily.1996. Ajaran Dan Teladan Para Sufi. Jakarta: R. Grafindo. P.
Masyhudi In’amuzzahidin. 2003. Wali Sufi Gila. Jakarta: Ar Ruzz.
Mustofa H.A. 1997. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
Muthahari Murtadha. 2002. Mengenal Irfan. Bandung: Mizan.
M.Z Labib-Farid A. 1998. Kisah Kehidupan Para Sufi. Surabaya. Bintang Usaha Jaya.
Poesponegoro .M.D Nososusanto. N. 1993. Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta: Balai Pustaka.
Pringgodigdo Mr. A.G. 1973. Ensiklovedi Umum. Jogyakarta: Kanisius.
Riclefs. H.C. tth. Sejarah Indonesia Modern. GMU. Press.
Simuh. 1997. Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam. Jakarta: R. Grafindo.
Soemarsaid Martono. 1972. Ilmu-Ilmu Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Bhratra.
Syaukat Ahmad. 1982. Sejarah Sufisme Atau Tasawuf. Jakarta: Panji Masyarkat.
W. Morgan Kenneth. 1963. Islam Jalan Mutlak. Jakarta: Pembangunan.

SUPERVISI PENDIDIKAN

A. Pengertian
1. Secara Etimologis
Dilihat dari sudut etimologi, supervisi bersal dari kata super dan vision yang berarti atas dan penglihatan. Jadi secara etimologis, supervisi berarti penglihatan dari atas.
Pengertian seperti ini merupakan arti kiasan yang menggambarkan suatu posisi yang melihat berkedudukan lebih tinggi daripada yang dilihat.
Contoh: Kakanwil mensupervisi Kakandep Kabupaten dan Kakandep tingkat Kabupaten mensupervisi Kakandep tingkat Kecamatan dan seterusnya.
Istilah “melihat” dalam hubungannya dengan masalah supervisi searti dengan menilik, mengontrol, mengawasi.
Timbul satu pertanyaan, apakah yang diawasi? Jawaban yang dapat diajukan adalah segala tugas dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada bawahan. Dengan pengertian bahwa tugas dan tanggung jawab itu telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan atau belum. Jika sudah, perlu ditingkatkan. Jika belum, akan dicari sebabnya yang kemudian dicarikan jalan keluar sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
2. Secara Semantik
Yaitu bantuan yang diberikan supervisor kepada guru (bawahan) agar ia mengalami pertumbuhan secara maksimal dan integral baik profesi maupun pribadinya.
Di sini supervisi diharapkan membawa dampak perkembangan secara utuh, baik perkembangan pribadi guru maupun perkembangan profesinya. Guru seperti itu diharapkan mau dan mampu menciptakan situasi belajar mengajar yang baik.
3. Kesimpulan
a. Supervisi bukan usaha pengarahan yang yang membentuk pribadi guru selaras dengan pola yang dikehendaki oleh supervisor, tetapi supervisor membantu guru agar guru berkembang menjadi pribadi yang sesuai dengan kodratnya.
b. Dalam kegiatan supervisi pendidikan bukan hanya profesi guru yang bertumbuh tetapi juga pribadinya.
c. Dalam kegiatan supervisi pendidikan tidak mencari kesalahan guru, tetapi membantu guru agar dapat menemukan masalah yang dihadapi dan bagaimana cara memecahkannya.



B. Tujuan
Guru yang baik adalah guru yang sepanjang hari melaksanakan tugasnya baik di sekolah maupun di rumah. Walaupun guru sebagai manusia biasa yang harus memikul tugas sebagai bapak/ibu rumah tangga yang tidak kurang berat dan pentingnya. Tugas dan tanggung jawab seorang guru tidaklah ringan, hanyan guru yang baik yang mampu bertahan sebagai guru dalam arti yang sesungguhnya.
Seorang supervisor harus mampu melihat dan menyadari hal di atas. Kesadaran inilah yang dapat digunakan sebagai bekal bagi supervisor untuk menolong guru. Sudah barang tentu supervisor yang menyadari tugas dan tangggung jawabnya akan memikul beban tugas yang lebih berat daripada yang dipikul guru.
Tugas pokok supervisor adalah menolong guru agar mampu melihat persoalan yang dihadapi. Guru yang tidak dapat melihat dan merasakan beban seperti yang digambarkan di atas bukanlah guru walaupun berpredikat guru. Jika guru telah dapat melihat persoalan yang dihadapi, maka tugas supervisor adalah menolong para guru agar dapat memecahkan problema yang mereka hadapi itu.
Guru yang dapat berdiri sendiri dan guru yang dapat atau mampu mengarahkan diri sendiri ini merupakan tujuan supervisi pendidikan sesungguhnya.
Supervisor yang baik tidak akan memberikan “ikan” kepada guru-guru, tetapi ia akan berusaha memberikan “kail” agar dapat berdiri sendiri. Sebab dengan kail itulah guru diharapkan dapat memperoleh ikan, itu berarti guru harus mampu berdiri sendiri. (Adam & Dickey dalam bukunya Basic Principles of Supervision, the primary aim of supervision is to aid teachers to become self directive).

C. Situasi Belajar Mengajar Yang Baik
Situasi belajar mengajar dikatakan baik apabila pada waktu pelajaran berlangsung:
1. Terjadi komunikasi dua arah (two way traffic) antara guru dengan murid dan sebaliknya, atau berkembang lebih lanjut terjadi komunikasi antara murid dengan murid (komunikasi banyak arah).
2. Keaktifan tidak hanya pada pihak guru, tetapi para murid diharuskan aktif pula.
3. Murid bukan sekedar objek, namun harus berstatus sebagai subjek.
Oleh karena itu langkah pertama guru adalah harus dapat menimbulkan motivasi belajar pada murid. Guru tidak akan melanjutkan pelajaran sebelum murid memiliki minat untuk belajar.
4. Pelajaran diberikan secara klasikal, namun demikian guru tetap memperhatikan juga perbedaan individual murid (individual differences).
5. Pelajaran tidak harus berlangsung di dalam ruang belajar, tetapi kadangkala dilaksanakan di luar kelas (mis: study tour).
6. Situasi belajar mengajar diarahkan kepada pencapaian tujuan secara maksimal dan integral.
Situasi belajar mengajar dapat tercipta secara baik jika guru:
1. Mampu merumuskan tujuan-tujuan pendidikan
2. Mampu mencari sumber-sumber pengajaran
3. Mampu menyeleksi “text-book”
4. Mampu membuat persiapan mengajar
5. Mampu memahami dan menggunakan metode mengajar
6. Mampu menggunakan AVA
7. Mampu mengatasi problema-problema bathin
8. Bekerja dalam suasana staf yang harmonis
9. Mengenal kebutuhan murid
10. Menyadari betapa pentingnya hubungan sekolah dengan masyarakat (school public relation) yang baik
11. Dll.
Dengan demikian, tujuan supervisi adalah menolong guru agar ia mampu menciptakan situasi belajar mengajar yang baik, maka hal itu merupakan tujuan supervisi secara umum. Sedangkan menolong guru agar ia memiliki kemampuan-kemampuan di atas merupakan tujuan khusus dari supervisi pengajaran.